Kamis, 04 Februari 2016

PENDALAMAN LINGKUNGAN AVERTABRATA AIR

Avertabrata air 

Di bumi terdapat lebih dari 1 juta spesies hewan. Tetapi jumlah vertebrata di bumi Cuma 5% dan lainnya adalah avertabrata.

KELOMPOK BESAR
JUMLAH SPESIES
FILUM/KELAS/CAMPURAN
Berbagai macam avertabrata
194.000
Protozoa
Porifera
Coelenterata
Platyhelminthes
Nematoda
Campuran
Echinodermata
Mollusca
Annelida
50.000
10.000
10.000
10.000
12.000
8.000
5.500
80.000
8.700
Berbagai macam arthropoda
100.600
Crustacea
Arachnida
Kelompok kecil
Chilopoda
Diplopoda
26.000
57.000
4.600
3.000
8.000
Insecta
900.000
Insecta
900.000
Chordata
54.000
Campuran
Osteichthyes
Amphibia
Reptilia
Aves
Mamalia
2.000
30.000
3.500
6.500
8.700
4.060

Avertabrta air didefisinikan hewan yang tak bertulang belakang, yang sebagian/seluruh daur hidupnya, hidup dalam air. Peranan avertabrata air secara langsung terkait dengan ikan sebagai berikut.
1.      Avertabrata air sebagai makanan ikan
Contohnya : cladocera, tubifex, rotifera
2.      Avertabrata sebagai parasit ikan
Contohnya : Tricbodina (protozoa), Gyrodactylus (platyminthes) dan Lernaea
3.      Avertabrata sebagai pemangsa ikan
Contohnya : Octopus, ubur-ubur, dan serangga lainnya
4.      Avertabrata air sebagai kompetitor ikan
Contohnya : larva chrironomidae dan bryzoa di dalam ikan

Avertabrata air yang dapat dimanfaatkan manusia antara lain :
1.      Konsumsi, contohnya : udang, kepiting, cumi, kerang dan teripang
2.      Usaha budidaya, contohnya : pembudidayaan udang di tambak, tiram mutiara, dan oyster di laut
3.      Sebagai indikator biologis, yaitu dapat digunakan sebagai petunjuk tingkat pencemaran perairan, contohnya : cacing dari tubificidae, dan larva chironomorus
4.      Penduga kualitas (kesuburan) perairan

Avertabrata air yang merugikan manusia antara lain :
1.      Sebagai inang beberapa penyakit, contohnya :
-        penyakit demam keong dimana siput sebagai inang perantaranya.
-        Penyakit kaki gajah dimana nyamuk sebagai inang perantaranya.
2.      Avertabrata air juga merupakan inang perantara parasit ikan.

Lingkungan hidup avertabrata air

Lingkungan avertabrata air ini terbagi menjadi 2, yaitu lingkungan air laut dan air tawar. Pada lapisan batuan dari periode cambrian dijumpai berbagai jenis fosil dari hampir semua fila avertebrata, seperti protozoa, porifera, coelenterata, arthropoda, dan echinodermata.

ERA (juta tahun silam)
PERIODE (juta tahun lamanya)
PERISTIWA EVOLUSI AVERTEBRATA
CENOZOIKUM (60)
Quartenary (2)
Arthropoda dan mollusca melimpah, filia lainnya juga terwakili, termasuk manusia.

Tertiary (58)
Puncaknya avertebrata yang lebih modern dan munculnya mamalia

Cretaceus (70)
Kepunahan Ammonoidea
MESOZOIKUM (200)
Jurassic (32)
Ammonoidea melimpah : Crustacea modern muncul

Triassic (32)
Jumlah avertabrata laut menurun. Limulus muncul

Permian (35)
Trilobita dan Eurypterus berakhir. Kepunahan avertabrata tipe Palaezoikum.

Pensilvanian (45)
Fosil insekta pertama meskipun serangga muncul pada awal Devonian
PALAEZOIKUM (550)
Mississipian (35)
Crinoida dan Blastoida mencapai klimaks

Devonian (35)
Brachiopoda masih melimpah. Graphtolite dan Trilobita mulai menurun.

Silurian (25)
Banyak Graphtolite, terumbu karang meluas.
Brachiopoda mencapai puncak. Eurypterus melimpah. Trilobita mulai menurun. Awal dari avertabrata darat.

Ordovision (70)
Avertabrata yang dominan mencapai puncak. Trilobita dan Nautiloidea mencapai klimaks. Brachiopoda melimpah.

Cambrian (105)
Fosil melimpah yang pertama. Hampir semua fila avertabrata terwakili, terbanyak Trilobita dan Brachiopoda.
PROTEROZOIKUM (1200)
(650)
Kemungkinan semua fila avertabrata sudah ada, tapi jarang ditemukan fosil dan tidak terawet dengan baik.
ARKHEOZOIKUM (2000)
(800)
Tidak ditemukannya fosil, tapi diduga mulai muncul organisma sederhana (tumbuhan dan hewan bersel satu)
AZOIKUM (3000)
(1000)
Tidak ada tanda bukti kehidupan. Terjadinya bumi.

Pada setiap filum hewan avertabrata selalu terdapat anggota yang hidup di laut, bahkan filum Ctenophora dan Echinodermata hanya terdapat di laut. Beberapa jenis dari nenek moyang yang hidup di laut telah berhasil berimigrasi ke daerah air tawar bahkan ke darat dan selanjutnya menetap di perairan tawar atau daratan. Hanya sedikit kelompok hewan yang memang berasal dari darat yaitu serangga, tungau, dan siput dari subkelas pulmonata, dan lainnya, oleh karena itu fauna air tawar dapat dikatakan sebagai imigran.


Lingkungan air laut

Air laut merupakan salinitas dan kestabilan lingkungan yang tinggi. Permukaan laut menduduki 71% dari seluruh permukaan bumi dan lingkungan air laut merupakan lingkungan yang homogen. Tetapi kehidupan hewan avertabrata tidak tersebar secara merata yang diakibatkan oleh faktor fisika dan kimia air.

Pembagian wilayah perairan laut dapat dilakukan secara vertikal berdasarkan penetrasi cahaya matahari. Pembagian ini penting karena penetrasi cahaya matahari yang masuk ke dalam laut sangat mempengaruhi penyebaran organisme hidup secara vertikal. Daerah yang masih menerima cahaya matahari disebut euphotic zone. Daerai ini sekitar kedalaman  0-200 meter, karna daerah ini masih terkena cahaya matahari maka pdada daerah ini dapat melakukan fotosintesis (bagi tumbuhan laut).

Pada bawah lapisan ini disebut transition zone, dimana fotosintesis ini masih berlangsung, tetapi kecepatan prosesnya tidak melebihi proses perombakan melalui respirasi. Di bawah transition zone sampai ke dasar laut disebut aphotic zone, dimana sama sekali tidak adanya zahaya matahari dan gelap. Organisme yang hidup di transition zone dan aphotic zone biasanya hewan karnivora, pemakan partikel tersuspensi dan kelangsungan hidupnya sangat tergantung pada aktivitas ganggang renik yang hidup di euphotic zone.

Laut itu lebih banyak mengandung fitoplankton yang berlaku sebagai produser primer dan merupakan penyokong kehidupan utama tingkat trofik lebih tinggi lainnya, baik hidup di daratan maupun hidup di laut.

Neritic zone adalah wilayah laut yang kaya akan unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh fitoplankton. Unsur hara tersebut berasal dari limpasan air di daratan yang telah melewati tanah subur. Sehingga airnya pada wilayah ini berwarna hijau ataupun kekuningan tergant

Neritic zone adalah wilayah laut yang kaya akan unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh fitoplankton. Unsur hara tersebut berasal dari limpasan air di daratan yang telah melewati tanah subur. Sehingga airnya pada wilayah ini berwarna hijau ataupun kekuningan tergantung sedikit banyaknya detritus.

Perairan lepas pantai memiliki sedikit unsur hara sehingga kepadatan planktonnya jauh lebih rendah daripada neritic zone. Sehingga cahaya matahari dapat menembus sampai kedalaman 200 meter. Dari cahaya matahari yang masuk ke permukaan air laut, gelombang cahaya biru di reflesikan kembali ke udara sehingga laut lepas pantai tampak berwarna biru.


Lingkungan air tawar dan payau

Yang termasuk dalam lingkungan ini adalah perairan danau, sungai, waduk, rawa, dan estuari. Daerah tepian danau dimana cahaya matahari masih mencapai dasar perairan littoral zone. Bagian perairan danau yang dalam dimana masih terdapat cahaya matahari disebut limnetic zone, identik juga dengan euphotic zone pada perairan laut dibawah limnetic zone sampai dasar disebut profundal zone.

Lingkungan perairan tawar sangat dipengaruhi oleh suhu. Sehubungan dengan suhu, air memiliki sifat yang unik yaitu memiliki densitas maksimum pada suhu 4o C. Diatas 4oC densitas air akan menurun dengan meningkatnya suhu, demikian juga di bawah 4oC densitas air juga akan menurun dengan menurunnya juga suhu. Sifat air ini disebut juga dengan anomali air.


Pada danau yang bermusim 4 , peningkatan suhu pada musim semidan panas mengakibatkan suhu lapisan air meningkat lebih tinggi dibandingkan dengan lapisan air di bawahnya. Dari hal tersebut mengakibatkan lapisan air di permukaan lebih ringan jikan dibandingkan dengan lapisan di bawahnya yang lebih dingin dan lebih berat. Dari kondisi tersebut mengakibatkan kondisi yang stagnan sehingga lapisan air di bawah akan selalu kekurangan oksigen dan hanya mampu mendukung kehidupan fauna yang terbatas.

Pada musim gugur, suhu air pada lapisan atas perlahan-lahan akan menurun bersamaan itu juga akan terjadi peningkatan berat jenis , sampai pada lapisan air bagian atas akan memiliki berat jenis yang lebih tinggi daripada lapisan bawahnya. Air di lapisan atas akan turun ke bawah, mengakibatkan pergantian massa air ( turnover) antara di lapisan permukaan dan lapisan bawah. Kondisi akan menjadi stabil dan mengalami stagnasi selama musim dingin, dimana lapisan permukaan air akan membeku dengan suhu di bawah 00 C dan lapisan air di bawahnya  pada musim semi berikutnya saat lapisan es di atasnya mulai mencair.

Pada suatu danau di daerah musim hujan atau tetap dalam keadaan stabil dan hanya mengalami sedikit sirkulasi vertikal. Peristiwa turoner air ini akan memiliki implikasi yang luas di dalam dinamika ekologis suatu perairan.

Perairan tawar memiliki salinitas antara 0,01-0,5% sedangkan salinitas air laut 35%. Pertemuan antara air tawar dari sungai dengan air laut di muara sungai dinamakan estuaria atau perairan payau dengan salinitas antara 0,5%-32%. Kata estuari berasal dari kata aestus yang berarti pasang surut. Perairan payau ini merupakan salah satu penghalang bagi hewan air untuk bermigrasi dari laut ke air tawar dan sebaliknya, yang disebabkan oleh perbedaan kadar garam cairan tubuh hewan dan salinitas perairan. Kadar garam cairan tubuh hewan air tawar memiliki kadar antara         1-15%.

Hanya sedikit species hewan air laut maupun air tawar mampu hidup di lingkungan estuari, karna harus memiliki sifat eurybalin yang artinya harus mampu mentolerir perubahan salinitas media yang berskala besar. Dari hal ini terdapat beberapa species yang berhasil menyesuaikan diri dan hidup di lingkungan payau hingga menjadi penghuni tetap dan tidak ditemukan baik di lingkungan air tawar maupun laut.

Daratan juga menjadi kendala tersendiri dalam melakukan penyebaran di muka bumi kecuali jenis hewan yang dapat menghasilkan telur dorman atau membentuk siste. Bentuk-bentuk tersebut dapat dengan mudah diterbangkan angin, badai atau terbawa kaki burung air sampai beratus-ratus kilometer.beberapa spesies penyebaran sangat luas bahkan tidak sedikit yang kosmopolit.

Pada danau Baikal di Asia, danau Tanganyika di Afrika dan di aliran sungai Malili di Sulawesi, terdapatnya spesies primitif yang masih terpelihara dengan baik karna yang di sebabkan oleh adanya isolasi geografis yang sangat efektif untuk jangka waktu yang lama sehingga menghasilkan spesies yang endemik dan tunggal.

PERBEDAAN ANTARA LINGKUNGAN DARAT DAN LAUT

seluruh perairan laut lebih stabil daripada perairan darat karena yang di sebabkan oleh massa air laut yang demekian besarnya sehingga tidak mudah terpengaruh perubahan-perubahan di sekitar. 

perairan tawar umumnya memiliki massa yang lebih kecil sehingga sangat terpengaruh oleh lingkungan sekitar (contoh : pengkayaan unsur hara akibat aliran air dari daratan).

penyuburan perairan tersebut akan memberikan kesempatan berbagai jenis tanaman air agar tumbuh dan akan menjadi tempat yang untuk berkumpulnya beraneka macam spesies avertabrata air. 

habitat yang seperti ini juga menyediakan sejumlah besar niche bagi berbagai siput, serangga air, crustaceae dan cacing. 

perairan darat sangat terpengaruh oleh perubahan lingkungan sekitar baik karna faktor alam maupun ulah manusia maka dapat menghasilkan lingkungan yang ekstrim. contoh bentuk perairan tawar yang memiliki kondisi ekstrim antara lain :

1. danau alkali atau danau garam
      - perairan ini memiliki pH>8,8
      - memiliki salinitas 0,05%-25% 
      - dan mengandung garam kalium, natrium, ataupun kalsium yang bersenyawa dengan                             klorida, sulfat, ataupun karbonat. 
      - jumlah spesies terbatas, jenis planktonnya khas yaitu beberapa spesies copepoda dan                             Brachionus serta Pedalia (contoh : great salt lake di Amerika yang memiliki salinitas 25%                   (terutama NaCl) dan hanya dijumpai beberapa jenis protozoa, 2 spesies diptera dan                               Artemia 
2. perairan tercemar
       - perairan yang tercemar bahan organik seperti : limbah rumah tangga dan limbah pasar                        akan memiliki kadar oksigen yang rendah dan mengandung padatan suspensi maupun                          terlarut dari bahan organik yang tinggi sehingga yang dapat hidup adalah jenis hewan yang                  dapat mentolerir kadar oksigen yang rendah seperti : beberapa cacing tubificidae, larva                        tendipedidae, larva Psichoda dan larva Tubifera, serta protozoa dari jenis ciliata dan                            flagelata yang tidak berwarna.
   
        perairan tercemar limbah industri beracun seperti logam berat dapat mengakibatkan                             perairan tersebut secara biologis menjadi tandus. 




referensi avertabrata air ini :
     
        BUKU AVERTABRATA AIR JILID 1