Avertabrata air
Di bumi terdapat lebih dari 1 juta spesies hewan.
Tetapi jumlah vertebrata di bumi Cuma 5% dan lainnya adalah avertabrata.
KELOMPOK
BESAR
|
JUMLAH
SPESIES
|
FILUM/KELAS/CAMPURAN
|
|
Berbagai
macam avertabrata
|
194.000
|
Protozoa
Porifera
Coelenterata
Platyhelminthes
Nematoda
Campuran
Echinodermata
Mollusca
Annelida
|
50.000
10.000
10.000
10.000
12.000
8.000
5.500
80.000
8.700
|
Berbagai
macam arthropoda
|
100.600
|
Crustacea
Arachnida
Kelompok
kecil
Chilopoda
Diplopoda
|
26.000
57.000
4.600
3.000
8.000
|
Insecta
|
900.000
|
Insecta
|
900.000
|
Chordata
|
54.000
|
Campuran
Osteichthyes
Amphibia
Reptilia
Aves
Mamalia
|
2.000
30.000
3.500
6.500
8.700
4.060
|
Avertabrta air didefisinikan hewan yang tak
bertulang belakang, yang sebagian/seluruh daur hidupnya, hidup dalam air. Peranan
avertabrata air secara langsung terkait dengan ikan sebagai berikut.
1.
Avertabrata
air sebagai makanan ikan
Contohnya :
cladocera, tubifex, rotifera
2.
Avertabrata
sebagai parasit ikan
Contohnya :
Tricbodina (protozoa), Gyrodactylus (platyminthes) dan Lernaea
3.
Avertabrata
sebagai pemangsa ikan
Contohnya :
Octopus, ubur-ubur, dan serangga lainnya
4.
Avertabrata
air sebagai kompetitor ikan
Contohnya :
larva chrironomidae dan bryzoa di dalam ikan
Avertabrata air yang dapat dimanfaatkan manusia antara lain :
1.
Konsumsi,
contohnya : udang, kepiting, cumi, kerang dan teripang
2.
Usaha
budidaya, contohnya : pembudidayaan udang di tambak, tiram mutiara, dan oyster
di laut
3.
Sebagai
indikator biologis, yaitu dapat digunakan sebagai petunjuk tingkat pencemaran
perairan, contohnya : cacing dari tubificidae, dan larva chironomorus
4.
Penduga
kualitas (kesuburan) perairan
Avertabrata air yang merugikan manusia antara lain
:
1.
Sebagai
inang beberapa penyakit, contohnya :
-
penyakit
demam keong dimana siput sebagai inang perantaranya.
-
Penyakit
kaki gajah dimana nyamuk sebagai inang perantaranya.
2.
Avertabrata
air juga merupakan inang perantara parasit ikan.
Lingkungan hidup avertabrata air
Lingkungan avertabrata air ini terbagi menjadi 2, yaitu lingkungan air laut
dan air tawar. Pada lapisan batuan dari periode cambrian dijumpai berbagai jenis
fosil dari hampir semua fila avertebrata, seperti protozoa, porifera, coelenterata,
arthropoda, dan echinodermata.
ERA (juta tahun silam)
|
PERIODE (juta tahun
lamanya)
|
PERISTIWA EVOLUSI
AVERTEBRATA
|
CENOZOIKUM (60)
|
Quartenary (2)
|
Arthropoda dan mollusca
melimpah, filia lainnya juga terwakili, termasuk manusia.
|
Tertiary (58)
|
Puncaknya avertebrata yang
lebih modern dan munculnya mamalia
|
|
Cretaceus (70)
|
Kepunahan Ammonoidea
|
|
MESOZOIKUM (200)
|
Jurassic (32)
|
Ammonoidea melimpah :
Crustacea modern muncul
|
Triassic (32)
|
Jumlah avertabrata laut
menurun. Limulus muncul
|
|
Permian (35)
|
Trilobita dan Eurypterus
berakhir. Kepunahan avertabrata tipe Palaezoikum.
|
|
Pensilvanian (45)
|
Fosil insekta pertama
meskipun serangga muncul pada awal Devonian
|
|
PALAEZOIKUM (550)
|
Mississipian (35)
|
Crinoida dan Blastoida
mencapai klimaks
|
Devonian (35)
|
Brachiopoda masih
melimpah. Graphtolite dan Trilobita mulai menurun.
|
|
Silurian (25)
|
Banyak Graphtolite,
terumbu karang meluas.
Brachiopoda mencapai
puncak. Eurypterus melimpah. Trilobita mulai menurun. Awal dari avertabrata
darat.
|
|
Ordovision (70)
|
Avertabrata yang dominan
mencapai puncak. Trilobita dan Nautiloidea mencapai klimaks. Brachiopoda
melimpah.
|
|
Cambrian (105)
|
Fosil melimpah yang
pertama. Hampir semua fila avertabrata terwakili, terbanyak Trilobita dan
Brachiopoda.
|
|
PROTEROZOIKUM (1200)
|
(650)
|
Kemungkinan semua fila
avertabrata sudah ada, tapi jarang ditemukan fosil dan tidak terawet dengan
baik.
|
ARKHEOZOIKUM (2000)
|
(800)
|
Tidak ditemukannya fosil,
tapi diduga mulai muncul organisma sederhana (tumbuhan dan hewan bersel satu)
|
AZOIKUM (3000)
|
(1000)
|
Tidak ada tanda bukti
kehidupan. Terjadinya bumi.
|
Pada setiap filum hewan avertabrata selalu terdapat anggota yang hidup di
laut, bahkan filum Ctenophora dan Echinodermata hanya terdapat di laut.
Beberapa jenis dari nenek moyang yang hidup di laut telah berhasil berimigrasi
ke daerah air tawar bahkan ke darat dan selanjutnya menetap di perairan tawar
atau daratan. Hanya sedikit kelompok hewan yang memang berasal dari darat yaitu
serangga, tungau, dan siput dari subkelas pulmonata, dan lainnya, oleh karena
itu fauna air tawar dapat dikatakan sebagai imigran.
Lingkungan air laut
Air laut merupakan salinitas dan kestabilan lingkungan yang tinggi.
Permukaan laut menduduki 71% dari seluruh permukaan bumi dan lingkungan air
laut merupakan lingkungan yang homogen. Tetapi kehidupan hewan avertabrata
tidak tersebar secara merata yang diakibatkan oleh faktor fisika dan kimia air.
Pembagian wilayah perairan laut dapat dilakukan secara vertikal berdasarkan
penetrasi cahaya matahari. Pembagian ini penting karena penetrasi cahaya
matahari yang masuk ke dalam laut sangat mempengaruhi penyebaran organisme
hidup secara vertikal. Daerah yang masih menerima cahaya matahari disebut
euphotic zone. Daerai ini sekitar kedalaman
0-200 meter, karna daerah ini masih terkena cahaya matahari maka pdada
daerah ini dapat melakukan fotosintesis (bagi tumbuhan laut).
Pada bawah lapisan ini disebut transition zone, dimana fotosintesis ini
masih berlangsung, tetapi kecepatan prosesnya tidak melebihi proses perombakan
melalui respirasi. Di bawah transition zone sampai ke dasar laut disebut
aphotic zone, dimana sama sekali tidak adanya zahaya matahari dan gelap.
Organisme yang hidup di transition zone dan aphotic zone biasanya hewan
karnivora, pemakan partikel tersuspensi dan kelangsungan hidupnya sangat
tergantung pada aktivitas ganggang renik yang hidup di euphotic zone.
Laut itu lebih banyak mengandung fitoplankton yang berlaku sebagai produser
primer dan merupakan penyokong kehidupan utama tingkat trofik lebih tinggi
lainnya, baik hidup di daratan maupun hidup di laut.
Neritic zone adalah wilayah laut yang kaya akan unsur hara yang sangat
dibutuhkan oleh fitoplankton. Unsur hara tersebut berasal dari limpasan air di
daratan yang telah melewati tanah subur. Sehingga airnya pada wilayah ini
berwarna hijau ataupun kekuningan tergant
Neritic zone adalah wilayah laut yang kaya akan unsur hara yang sangat
dibutuhkan oleh fitoplankton. Unsur hara tersebut berasal dari limpasan air di
daratan yang telah melewati tanah subur. Sehingga airnya pada wilayah ini
berwarna hijau ataupun kekuningan tergantung sedikit banyaknya detritus.
Perairan lepas pantai memiliki sedikit unsur hara sehingga kepadatan
planktonnya jauh lebih rendah daripada neritic zone. Sehingga cahaya matahari
dapat menembus sampai kedalaman 200 meter. Dari cahaya matahari yang masuk ke
permukaan air laut, gelombang cahaya biru di reflesikan kembali ke udara
sehingga laut lepas pantai tampak berwarna biru.
Lingkungan air tawar dan
payau
Yang termasuk dalam lingkungan ini adalah perairan danau, sungai, waduk,
rawa, dan estuari. Daerah tepian danau dimana cahaya matahari masih mencapai
dasar perairan littoral zone. Bagian perairan danau yang dalam dimana masih
terdapat cahaya matahari disebut limnetic zone, identik juga dengan euphotic
zone pada perairan laut dibawah limnetic zone sampai dasar disebut profundal
zone.
Lingkungan perairan tawar sangat dipengaruhi oleh suhu. Sehubungan dengan
suhu, air memiliki sifat yang unik yaitu memiliki densitas maksimum pada suhu 4o
C. Diatas 4oC densitas air akan menurun dengan meningkatnya
suhu, demikian juga di bawah 4oC densitas air juga akan menurun
dengan menurunnya juga suhu. Sifat air ini disebut juga dengan anomali air.
Pada danau yang bermusim 4 , peningkatan suhu pada musim semidan panas
mengakibatkan suhu lapisan air meningkat lebih tinggi dibandingkan dengan
lapisan air di bawahnya. Dari hal tersebut mengakibatkan lapisan air di
permukaan lebih ringan jikan dibandingkan dengan lapisan di bawahnya yang lebih
dingin dan lebih berat. Dari kondisi tersebut mengakibatkan kondisi yang
stagnan sehingga lapisan air di bawah akan selalu kekurangan oksigen dan hanya
mampu mendukung kehidupan fauna yang terbatas.
Pada musim gugur, suhu air pada lapisan atas perlahan-lahan akan menurun bersamaan
itu juga akan terjadi peningkatan berat jenis , sampai pada lapisan air bagian
atas akan memiliki berat jenis yang lebih tinggi daripada lapisan bawahnya. Air
di lapisan atas akan turun ke bawah, mengakibatkan pergantian massa air (
turnover) antara di lapisan permukaan dan lapisan bawah. Kondisi akan menjadi
stabil dan mengalami stagnasi selama musim dingin, dimana lapisan permukaan air
akan membeku dengan suhu di bawah 00 C dan lapisan air di
bawahnya pada musim semi berikutnya saat
lapisan es di atasnya mulai mencair.
Pada suatu danau di daerah musim hujan atau tetap dalam keadaan stabil dan
hanya mengalami sedikit sirkulasi vertikal. Peristiwa turoner air ini akan
memiliki implikasi yang luas di dalam dinamika ekologis suatu perairan.
Perairan tawar memiliki salinitas antara 0,01-0,5% sedangkan salinitas air
laut 35%. Pertemuan antara air tawar dari sungai dengan air laut di muara
sungai dinamakan estuaria atau perairan payau dengan salinitas antara 0,5%-32%.
Kata estuari berasal dari kata aestus yang berarti pasang surut. Perairan payau
ini merupakan salah satu penghalang bagi hewan air untuk bermigrasi dari laut
ke air tawar dan sebaliknya, yang disebabkan oleh perbedaan kadar garam cairan
tubuh hewan dan salinitas perairan. Kadar garam cairan tubuh hewan air tawar
memiliki kadar antara 1-15%.
Hanya sedikit species hewan air laut maupun air tawar mampu hidup di
lingkungan estuari, karna harus memiliki sifat eurybalin yang artinya harus
mampu mentolerir perubahan salinitas media yang berskala besar. Dari hal ini
terdapat beberapa species yang berhasil menyesuaikan diri dan hidup di
lingkungan payau hingga menjadi penghuni tetap dan tidak ditemukan baik di
lingkungan air tawar maupun laut.
Daratan juga menjadi kendala tersendiri dalam melakukan penyebaran di muka
bumi kecuali jenis hewan yang dapat menghasilkan telur dorman atau membentuk
siste. Bentuk-bentuk tersebut dapat dengan mudah diterbangkan angin, badai atau
terbawa kaki burung air sampai beratus-ratus kilometer.beberapa spesies
penyebaran sangat luas bahkan tidak sedikit yang kosmopolit.
Pada danau Baikal di Asia, danau Tanganyika di Afrika dan di aliran sungai
Malili di Sulawesi, terdapatnya spesies primitif yang masih terpelihara dengan
baik karna yang di sebabkan oleh adanya isolasi geografis yang sangat efektif
untuk jangka waktu yang lama sehingga menghasilkan spesies yang endemik dan
tunggal.
PERBEDAAN ANTARA LINGKUNGAN DARAT DAN LAUT
seluruh perairan laut lebih stabil daripada perairan darat karena yang di sebabkan oleh massa air laut yang demekian besarnya sehingga tidak mudah terpengaruh perubahan-perubahan di sekitar.
perairan tawar umumnya memiliki massa yang lebih kecil sehingga sangat terpengaruh oleh lingkungan sekitar (contoh : pengkayaan unsur hara akibat aliran air dari daratan).
penyuburan perairan tersebut akan memberikan kesempatan berbagai jenis tanaman air agar tumbuh dan akan menjadi tempat yang untuk berkumpulnya beraneka macam spesies avertabrata air.
habitat yang seperti ini juga menyediakan sejumlah besar niche bagi berbagai siput, serangga air, crustaceae dan cacing.
perairan darat sangat terpengaruh oleh perubahan lingkungan sekitar baik karna faktor alam maupun ulah manusia maka dapat menghasilkan lingkungan yang ekstrim. contoh bentuk perairan tawar yang memiliki kondisi ekstrim antara lain :
1. danau alkali atau danau garam
- perairan ini memiliki pH>8,8
- memiliki salinitas 0,05%-25%
- dan mengandung garam kalium, natrium, ataupun kalsium yang bersenyawa dengan klorida, sulfat, ataupun karbonat.
- jumlah spesies terbatas, jenis planktonnya khas yaitu beberapa spesies copepoda dan Brachionus serta Pedalia (contoh : great salt lake di Amerika yang memiliki salinitas 25% (terutama NaCl) dan hanya dijumpai beberapa jenis protozoa, 2 spesies diptera dan Artemia
2. perairan tercemar
- perairan yang tercemar bahan organik seperti : limbah rumah tangga dan limbah pasar akan memiliki kadar oksigen yang rendah dan mengandung padatan suspensi maupun terlarut dari bahan organik yang tinggi sehingga yang dapat hidup adalah jenis hewan yang dapat mentolerir kadar oksigen yang rendah seperti : beberapa cacing tubificidae, larva tendipedidae, larva Psichoda dan larva Tubifera, serta protozoa dari jenis ciliata dan flagelata yang tidak berwarna.
perairan tercemar limbah industri beracun seperti logam berat dapat mengakibatkan perairan tersebut secara biologis menjadi tandus.
referensi avertabrata air ini :
BUKU AVERTABRATA AIR JILID 1
PERBEDAAN ANTARA LINGKUNGAN DARAT DAN LAUT
seluruh perairan laut lebih stabil daripada perairan darat karena yang di sebabkan oleh massa air laut yang demekian besarnya sehingga tidak mudah terpengaruh perubahan-perubahan di sekitar.
perairan tawar umumnya memiliki massa yang lebih kecil sehingga sangat terpengaruh oleh lingkungan sekitar (contoh : pengkayaan unsur hara akibat aliran air dari daratan).
penyuburan perairan tersebut akan memberikan kesempatan berbagai jenis tanaman air agar tumbuh dan akan menjadi tempat yang untuk berkumpulnya beraneka macam spesies avertabrata air.
habitat yang seperti ini juga menyediakan sejumlah besar niche bagi berbagai siput, serangga air, crustaceae dan cacing.
perairan darat sangat terpengaruh oleh perubahan lingkungan sekitar baik karna faktor alam maupun ulah manusia maka dapat menghasilkan lingkungan yang ekstrim. contoh bentuk perairan tawar yang memiliki kondisi ekstrim antara lain :
1. danau alkali atau danau garam
- perairan ini memiliki pH>8,8
- memiliki salinitas 0,05%-25%
- dan mengandung garam kalium, natrium, ataupun kalsium yang bersenyawa dengan klorida, sulfat, ataupun karbonat.
- jumlah spesies terbatas, jenis planktonnya khas yaitu beberapa spesies copepoda dan Brachionus serta Pedalia (contoh : great salt lake di Amerika yang memiliki salinitas 25% (terutama NaCl) dan hanya dijumpai beberapa jenis protozoa, 2 spesies diptera dan Artemia
2. perairan tercemar
- perairan yang tercemar bahan organik seperti : limbah rumah tangga dan limbah pasar akan memiliki kadar oksigen yang rendah dan mengandung padatan suspensi maupun terlarut dari bahan organik yang tinggi sehingga yang dapat hidup adalah jenis hewan yang dapat mentolerir kadar oksigen yang rendah seperti : beberapa cacing tubificidae, larva tendipedidae, larva Psichoda dan larva Tubifera, serta protozoa dari jenis ciliata dan flagelata yang tidak berwarna.
perairan tercemar limbah industri beracun seperti logam berat dapat mengakibatkan perairan tersebut secara biologis menjadi tandus.
referensi avertabrata air ini :
BUKU AVERTABRATA AIR JILID 1